Banyak sekolah memakai satu aplikasi untuk ujian, aplikasi lain untuk absensi, spreadsheet untuk nilai rapor, dan buku catatan untuk konseling. Setiap alat bekerja sendiri-sendiri, jadi data siswa yang sama diketik ulang di beberapa tempat. Aplikasi sekolah terpadu adalah pendekatan sebaliknya: satu platform, satu login, dan satu data siswa yang dipakai bersama oleh semua modul.
Artikel ini menjelaskan modul apa saja yang biasanya ada, bagaimana modul-modul itu saling memakai data, kapan satu platform justru tidak cocok, dan daftar periksa sebelum memilih.
Kenapa Data Sekolah Sering Terpecah
Pola yang paling sering terjadi di sekolah: ujian dikelola guru mapel, absensi dikelola guru piket atau tata usaha, nilai rapor dikumpulkan wali kelas, dan konseling dicatat guru BK. Masing-masing punya format sendiri. Akibatnya:
- Input ganda — nama, NIS, dan kelas siswa diketik ulang di tiap alat.
- Data tidak nyambung — guru BK tidak tahu siswa yang sering alpha, wali kelas tidak melihat nilai ujian tanpa menunggu rekap manual.
- Sulit ditelusuri — saat orang tua bertanya soal kehadiran atau nilai, jawabannya tersebar di beberapa berkas.
Apa yang Dimaksud Aplikasi Sekolah Terpadu
Platform terpadu bukan sekadar kumpulan menu. Ciri yang membedakannya dari beberapa aplikasi terpisah:
- Satu data induk siswa dan kelas yang dipakai semua modul.
- Satu sistem akses — admin, guru, wali kelas, guru BK, siswa, dan orang tua masuk lewat pintu yang sama dengan hak akses berbeda.
- Modul bisa dinyalakan bertahap — sekolah mulai dari ujian lalu menambah modul lain tanpa pindah platform.
Modul 1 — Ujian Online (CBT)
Inti dari CBT Pro adalah ujian berbasis komputer: bank soal digital, soal dengan rumus LaTeX, pembuatan soal dengan AI, koreksi otomatis, dan analisis hasil. Untuk ujian yang resmi tersedia mode kiosk di Android dan Windows yang membatasi siswa keluar dari aplikasi selama ujian, ditambah monitoring real-time untuk guru.
Bacaan lanjutan: cara membuat ujian online di sekolah, kiosk mode Android untuk ujian, aplikasi CBT untuk laptop Windows, dan analisis butir soal otomatis.
Modul 2 — Absensi Siswa
Absensi Pro memakai QR code bulanan yang ditempel di lobby atau pintu masuk sekolah; siswa memindainya lewat aplikasi. Modul ini juga mencakup izin, piket guru, pelanggaran, prestasi, dan kalender kegiatan, serta notifikasi WhatsApp ke orang tua. Hasilnya bisa direkap per bulan dan per kelas.
Bacaan lanjutan: cara kerja absensi QR code, aplikasi absensi sekolah dengan QR code, dan pelanggaran siswa sebagai buku saku digital. Fitur lengkapnya ada di halaman Absensi Pro.
Modul 3 — E-Rapor
E-Rapor Pro membantu guru mengisi nilai per mata pelajaran, menarik nilai UH, UTS, dan UAS dari ujian CBT, lalu mencetak rapor. Admin juga bisa mengimpor nilai semester lama memakai template leger, mengunduh leger, dan mengunduh DKN (Daftar Kumpulan Nilai) per kelas atau semua kelas sekaligus.
Bacaan lanjutan: rapor digital Kurikulum Merdeka, e-rapor SD, e-rapor SMP, dan e-rapor SMA. Halaman produknya: E-Rapor Pro.
Modul 4 — BK Online
BK Online untuk guru bimbingan konseling: jadwal dan catatan sesi konseling, kunjungan rumah, jadwal layanan, sosiometri, katalog jurusan, dan rekomendasi jurusan untuk siswa. Catatan konseling bersifat rahasia dan hanya bisa dibaca guru BK serta admin.
Bacaan lanjutan: aplikasi BK online untuk sekolah, digitalisasi bimbingan konseling, dan sosiometri sekolah. Halaman produknya: BK Online.
Buku Induk dan Portal Orang Tua
Buku Induk Siswa menyimpan identitas, alamat, kesehatan, data orang tua, riwayat pendidikan, dan rekap perilaku dalam satu profil. Data bisa diisi massal lewat impor, foto diunggah massal lewat satu file ZIP, dan buku induk satu kelas bisa dicetak sebagai PDF. Dari data inilah portal orang tua bekerja: orang tua masuk dengan NIS dan NISN anak, lalu melihat kehadiran, sikap, prestasi, rapor, dan buku induk.
Detailnya ada di aplikasi buku induk siswa digital dan portal orang tua digital.
Contoh Data yang Saling Terhubung
Keuntungan platform terpadu paling terasa saat satu data dipakai di modul lain tanpa diketik ulang. Beberapa contoh yang ada di CBT Pro:
- Ujian → Rapor: di halaman input nilai E-Rapor, tombol Tarik UH, Tarik UTS, dan Tarik UAS mengambil nilai dari ujian CBT.
- Absensi → Rapor: kehadiran siswa selama periode tampil bersama nilai di halaman rapor.
- Pelanggaran → BK: siswa dengan pelanggaran terbanyak dalam 90 hari muncul sebagai kandidat prioritas konseling.
- Buku Induk → Portal Orang Tua: data yang dilengkapi sekolah langsung bisa dilihat orang tua, dan perubahan data yang diajukan orang tua masuk ke admin untuk disetujui.
Kapan Satu Platform Justru Tidak Cocok
Platform terpadu bukan jawaban untuk semua sekolah. Pertimbangkan alternatif kalau:
- Kebutuhan sekolah hanya satu hal. Kalau yang dibutuhkan semata ujian online, modul lain tidak perlu dinyalakan. Untuk perbandingan alat ujian saja, baca software ujian online untuk sekolah Indonesia.
- Butuh modul di luar cakupan. CBT Pro tidak menyediakan SPP online, website sekolah, SPMB, atau perpustakaan digital. Kalau itu prioritas, periksa platform yang memang memilikinya.
- Perangkat siswa iOS atau macOS. Mode kiosk tersedia untuk Android dan Windows, belum untuk iOS dan macOS.
Checklist Memilih Aplikasi Sekolah Terpadu
- Modul apa yang benar-benar dipakai tahun ini, dan mana yang baru dibutuhkan nanti?
- Apakah satu data siswa dipakai semua modul, atau tiap modul punya daftar sendiri?
- Apakah hak akses dibedakan per peran (admin, guru, wali kelas, guru BK, siswa, orang tua)?
- Bagaimana modul dibayar — satu paket, atau add-on per modul?
- Perangkat apa yang didukung untuk ujian resmi, dan apakah ada mode anti-curang?
- Apakah data bisa diekspor (Excel/PDF) kalau suatu saat sekolah pindah platform?
- Apakah ada masa uji coba dengan data sekolah sendiri sebelum berlangganan?
- Siapa yang membantu saat hari-H ujian atau saat input rapor menumpuk?
Membandingkan beberapa platform secara terstruktur dibahas di perbandingan platform sekolah terpadu.
Biaya dan Cara Mulai
Paket CBT Pro mulai Rp349.000 per bulan. Modul tambahan dihitung terpisah; untuk paket terendah, Absensi Pro mulai Rp229.000, E-Rapor Pro mulai Rp149.000, dan BK Online mulai Rp199.000 per bulan. Harga dan batas siswa tiap paket selalu mengikuti halaman harga resmi. Sekolah negeri dapat menelusuri skema pembayaran lewat dana BOS di cara bayar aplikasi CBT dengan dana BOS/SIPLah.
Trial 30 hari gratis tanpa kartu kredit, maksimal 50 siswa, dengan semua fitur aktif. Cara paling praktis menilai kecocokannya adalah mengimpor satu kelas dan menjalankan satu ujian serta satu periode absensi.
Kesimpulan
Aplikasi sekolah terpadu berguna ketika data siswa yang sama dipakai di ujian, absensi, rapor, dan BK. Nilainya bukan pada banyaknya menu, tetapi pada data yang tidak perlu diketik dua kali. Mulailah dari modul yang paling mendesak, uji dengan data sekolah sendiri, lalu tambah modul bila sudah terasa manfaatnya.
Coba CBT Pro gratis 30 hari atau lihat daftar fitur lengkapnya.